Contoh Makalah dan Panduan Membuatnya

5 min read

contoh makalah

Contoh makalah – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ada dua jenis, yaitu karya yang ditulis oleh siswa atau siswa sebagai laporan tentang hasil pelaksanaan pekerjaan sekolah atau perguruan tinggi, dan tulisan resmi pada subjek yang dimaksudkan untuk dibaca di depan umum selama tes. dan sering disusun untuk publikasi.

Menurut definisi ini, dokumen dapat dibedakan dari dokumen penilaian ilmiah yang biasanya ditulis oleh siswa atau kertas kerja dan kertas kerja yang biasanya ditulis oleh beberapa lembaga atau organisasi, seperti proposal program kerja. dan laporan pertanggungjawaban. Hal ini berbeda dengan contoh proposal penelitian

Untuk membuat makalah yang bagus, Anda harus melihat contoh makalah lengkap untuk mengetahui bagaimana makalah yang baik dan benar, mulai dari tata letak hingga format penulisan.

Contoh makalah: Pedoman untuk membuat makalah yang bagus

Berikut ini adalah instruksi untuk membuat makalah bukan sekedar contoh makalah. Sesuai dengan contoh-contoh kertas yang baik dan benar untuk pekerjaan di kampus, serta untuk pekerjaan yang biasanya Anda lakukan.

1. Pemilihan makalah topik

Subjek adalah tema dari pembuatan kertas itu sendiri. Diperoleh dari uraian konteks masalah yang akan diangkat. Itu harus menarik dan berhubungan dengan semua studi ilmiah umum di masyarakat agar selaras dengan pembaca dan untuk mengambil keuntungan dari mereka.

2. Pemilihan bahasa

Anda dapat menulis artikel dalam berbagai bahasa, tergantung kebutuhan Anda. Secara umum, gunakan bahasa Indonesia dan pastikan bahwa tulisan apa pun menggunakan bahasa standar. Yang terkait dengan peningkatan ejaan atau EYD.

Cara menulis artikel

Langkah pertama yang harus dipertimbangkan sebelum mulai menulis adalah mengetahui dan memahami struktur penulisan atau elemen-elemen pada makalah. Biasanya, dokumen mencakup halaman sampul, kata-kata pengantar, daftar isi, dan bab-bab utama yang mencakup pengantar, diskusi, dan penutup. Kemudian akhiri dengan menulis daftar pustaka.

Format penulisan yang umum digunakan, dalam bentuk font, ukuran font, margin, jenis kertas yang digunakan. Biasanya, penulisan makalah menggunakan font Times New Roman (12 poin). Ukuran kertas yang digunakan adalah A4 (21 x 29,7 cm) untuk 80 gram HVS. Ukuran margin atas, bawah, kiri, dan kanan masing-masing 4, 3, 4, dan 3 cm. Itu tergantung pada pengaturan guru / pembicara, jika ada.

Halaman sampul

Halaman sampul termasuk judul dokumen, logo lembaga, nama penulis, nomornya dan nama lembaga.

Daftar isi

Daftar isi menyediakan informasi tentang halaman-halaman dari setiap konten kertas untuk memudahkan pembaca menemukan bagian-bagian penting dari suatu dokumen.

kata pengantar

Esensi artikel dapat diperoleh melalui pendahuluan. Penulis memberikan gambaran umum dokumen-dokumen tersebut secara umum sehingga pembaca dapat memahami arah penelitian dalam dokumen tersebut. Penulis juga mengirimkan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang berkontribusi pada persiapan dokumen, sambil memberikan kesan dan harapan pembaca. Untuk lebih detailnya bisa dilihat di contoh kata pengantar

Pengenalan

Bab pengantar berisi deskripsi awal dari topik penelitian. Penulis menulis masalah yang ditemukan dan akan diselesaikan dalam artikel ini. Isi pendahuluan meliputi konteks, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian.

Diskusi

Bab diskusi menjelaskan metode penelitian, menemukan alat bantu, lokasi dan lokasi penelitian, dan pengumpulan data yang digunakan. Penyebab masalah dan hasil penyelesaian masalah dijelaskan secara rinci dalam bab ini.

Penutupan

Bab terakhir biasanya mencakup kesimpulan dan saran untuk penelitian.

Referensi

Semua referensi yang digunakan saat menulis artikel termasuk dalam daftar pustaka.

Contoh makalah yang bagus dan nyata

Contoh makalah siswa yang lengkap

BAB I

PENDAHULUAN

Makanan adalah kebutuhan utama manusia untuk hidup, tumbuh dan berkembang. Tanpa makanan, tubuh manusia akan menjadi lemah dan kurang bergairah dalam menjalankan aktivitasnya. Pemberian makanan bergizi terutama dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Pada anak-anak, frekuensi makan harus lebih sering daripada pada orang dewasa. Padahal, ukuran perut anak itu relatif kecil, meski ia membutuhkan lebih banyak energi per kg berat badan untuk pertumbuhannya. Salah satu caranya adalah menyediakan makan siang. Siang hari itu adalah waktu makan siang, anak-anak masih di sekolah. Makan siang diadakan di sekolah (Ria, 2019).

Pengiriman makanan terdiri dari serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu hingga distribusi makanan hingga konsumen untuk mencapai status optimal melalui nutrisi yang tepat, termasuk:

Oktrizanita (2016) mengutip pendapat Moehji (2015) bahwa dalam administrasi makanan di perusahaan jasa makanan, kelancaran pelaksanaan kegiatan pengiriman makanan segera didukung oleh peralatan yang memadai dan lengkap tersedia. Kebutuhan akan peralatan dan bahan dapur perlu disesuaikan dengan alur kerja, unit kerja, menu, jumlah konsumen yang dilayani dan jenis layanan.

Menurut Spears dan Gregoire (2012), organisasi makanan dibagi menjadi dua jenis, yaitu lembaga komersial dan lembaga non-komersial atau berorientasi layanan. Kantin sekolah adalah contoh dari organisasi atau lembaga makanan non-komersial.

Kantin sekolah adalah bagian dari sekolah tempat pengunjung dapat menggunakan, baik di rumah maupun saat pembelian. Kantin itu sendiri harus mengikuti prosedur untuk merawat dan menjaga kebersihan kantin. Makanan yang disediakan oleh kantin harus bersih dan legal. Penting untuk diingat bahwa kebersihan makanan dan sanitasi sangat penting untuk menjaga makanan yang disajikan kepada konsumen dan memastikan kualitas untuk ketahanan pangan (Hutagalung, 2013).

kegiatan pendaftaran, pemberitahuan, dan evaluasi bertujuan untuk mencapai status kesehatan yang optimal melalui nutrisi yang memadai (MS, 2003).

Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran dan penilaian organisasi makanan di kantin sekolah (melalui beberapa contoh), serta untuk memberikan saran tentang administrasi makanan di sekolah. kantin sekolah.

BAB II

PEMBAHASAN

Kantin sekolah

Palacio dan Theis (2011) mengungkapkan bahwa tujuan utama organisasi makanan adalah untuk menyajikan makanan sehingga konsumen puas. Memuaskan pelanggan atau pelanggan adalah tujuan utama organisasi makanan yang tidak melihat latar belakang konsumen. Seperti kantin sekolah yang seharusnya memikirkan kepuasan para siswa (konsumen) kantin.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2017), kantin yang sehat membutuhkan makanan bergizi, yaitu makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan anak untuk menjalani hidup yang sehat dan produktif, sehingga nutrisi sehat dan cukup berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal, dan meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, kantin harus menjaga kebersihan makanan dan penjamah makanan. Makanan yang tidak bersih atau berbahaya dapat menyebabkan keracunan dengan gejala seperti diare, mual, pusing dan dapat menyebabkan penyakit jangka panjang. Kemudian kantin menjaga keamanan pangan. Kondisi kebersihan dan sanitasi masih rendah, penggunaan bahan kimia berbahaya secara ilegal dalam pemrosesan makanan, kandungan kontaminasi mikroba dan bahan kimia, serta penambahan bahan tambahan makanan di atas ambang batas makanan ringan untuk anak sekolah akan menempatkan serius membahayakan kesehatan anak sekolah sehingga kantin yang sehat akan menjaga keamanan makanan yang disajikan.

Kantin yang sehat harus memiliki fasilitas dan infrastruktur, yang merupakan sumber air bersih, penyimpanan, perawatan, layanan dan area katering, fasilitas sanitasi, peralatan kerja dan situs pembuangan.

Atur makanannya

Pelaksanaan administrasi makanan adalah kegiatan yang terdiri dari beberapa seri yang membutuhkan tenaga kerja, biaya, peralatan dan bahan. Berikut ini adalah serangkaian kegiatan implementasi untuk administrasi makanan (Utami, 2013).

Tanda terima makanan langsung

Menerima bahan makanan adalah bahan makanan yang diterima. Ini kemudian diterima oleh departemen penerima dan penjual atau mitra mengirim langsung ke bagian penyimpanan bahan-bahan kering atau bahan-bahan segar.

Penerimaan tidak langsung

Resep tidak langsung adalah bahan makanan yang diterima oleh unit penerima dan agen unit untuk mendistribusikan bahan makanan ke lokasi penyimpanan yang berbeda.

Atas dasar deklarasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerimaan makanan sangat penting untuk memeriksa kualitas dan kuantitas makanan yang diterima.

4) Persiapan untuk pengolahan makanan

Pengolahan makanan

Lokasi pengolahan makanan

(2) Personil Pengolah Makanan atau Penjamah Makanan

(3) Cara mengobati makanan

Porsi makanan

Evaluasi pengaturan makan di kantin sekolah

Penilaian menurut Arikunto dan Syafrudin (2004) adalah kegiatan mengumpulkan informasi tentang fungsi sesuatu, yang kemudian digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat untuk membuat keputusan. Evaluasi adalah kegiatan yang terdiri dari pengumpulan informasi untuk membuat keputusan. Otoritas pembuat keputusan diharapkan berdasarkan data atau informasi yang diberikan oleh evaluator.

BAB III

PENUTUPAN

KESIMPULAN

Mengorganisir makanan di kantin sekolah adalah salah satu program yang diterapkan oleh sekolah untuk mengimplementasikan program distribusi makanan untuk siswa mereka, terutama ketika mereka berada di sekolah.

Tentu saja, tujuan mengatur makanan di sekolah adalah untuk memberi makan siswa sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam program pembelajaran di sekolah yang sehat dan bugar.

Urutan untuk implementasi produk makanan dimulai dengan pembelian produk makanan, penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan produk makanan, hingga mereka dalam bentuk makanan kemudian didistribusikan ke konsumen dalam bentuk makanan.

Penting untuk mengevaluasi program administrasi makanan agar dapat melihat bagaimana sistem distribusi makanan di sekolah, terutama di kantin, dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan prosedur kelayakan, sehingga siswa dapat memberikan makanan sehat dan bergizi.

Hasil evaluasi pelaksanaan makanan di kantin beberapa sekolah (dari hasil tinjauan literatur) menunjukkan bahwa masing-masing sekolah memiliki masalah sendiri dalam program distribusi makanan di kantinnya, masalah sanitasi dan kebersihan, ada yang masih kurang dalam hal pendidikan dan pengetahuan administrator, serta dana anggaran.

Nasihat

Setiap sekolah harus dapat merencanakan tata kelola dan program administrasi makanan dengan baik di kantin masing-masing, dari anggaran hingga pengolahan bahan makanan, masalah sanitasi dan kebersihan, presentasi atau pengelolaan makanan. pribadi, presentasi siswa dapat memperoleh fasilitas dalam bentuk asupan makanan sehat dan bergizi yang memadai dan maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *