Doa Setelah Sholat Dhuha Beserta Hikmahnya

3 min read

Sholat Dhuha merupakan salah satu dari sekian banyak sholat sunnah yang diajarkan kepada kita. Namun, sholat Dhuha memiliki hikmah tersendiri yang berbeda dari sholat-sholat sunnah lainnya. Dan waktu pelaksanaan adalah setelah terbit matahari dan berakhir sebelum masuk waktu sholat Dzuhur. Di bawah ini merupakan doa setelah sholat dhuha berikut urutan melaksanakan sholatnya:

  1. Niat

Niat sholat Dhuha berbunyi: “Usholli sunnatatddhuha rok’ataini lillahi ta’ala”. Sedangkan untuk roka’atnya paling sedikit adalah dua roka’at dan maksimal 12 roka’at banyaknya. Semakin banyak semakin baik, namun akan lebih utama mengerjakan sedikit namun konsisten ketimbang memborong tapi hanya sesekali. Begitulah pendapat dari sebagian Ulama.

Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan membaca doa Iftitah dan surat Al-Fatihah. Kemudian bacalah salah satu surat dari Al-Qur’an dan lebih utama jika surat yang dibaca adalah surat Adh-Dhuha, Al-Lail, Asy-Syamsu dan Asy-Syarh.

2. Setelah itu ruku’ dengan membaca “Subhana robbiyal ‘adzimi wabihamdih” sebanyak tiga kali seperti sholat pada umumnya

3. Lalu I’tidal berikut bacaannya

4. Sujud lalu membaca tasbih tiga kali sebagaimana sholat pada umumnya

5. Kemudian duduk di antara dua sujud

6. Lanjut ke sujud ke dua

7. Masuk pada roka’at kedua hingga tasyahud akhir

8. Salam

9. Berdzikir

10. Dan diakhiri dengan membaca doa sholat Dhuha

Setelah selesai berdzikir, maka hal baik yang sangat dianjurkan adalah membaca doa sholat Dhuha. Doa ini berbeda dengan doa setelah sholat pada umumnya. Berikut ini adalah doa setelah sholat Dhuha yang dibaca setelah sholat dan berdzikir:

doa setelah sholat dhuha

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadakash shalihin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh”.

Doa tersebut sungguh mengandung arti yang istimewa. Dimana seorang hamba begitu berserah kepada Tuhannya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Memuji dan mengakui segala kebesaran-Nya. Doa adalah penghubung antara Sang Pencipta dengan yang diciptakan-Nya. Oleh karena itu doa yang mengandung arti yang sangat baik ini dianjurkan untuk dibaca.

Sebagai bentuk perhimpunan rasa taat, seorang hamba meminta kepada Allah agar dihindarkan dari segala sesuatu yang bersifat haram dan ingin selalu dilindungi serta mendapat berkah dari amalnya. Sholat Dhuha tidak sekedar sholat dua roka’at semata. Namun memiliki hikmah dan kenikmatan tersendiri yang bisa didapatkan.

Tak hanya urusan mengenai rizqi, sholat Dhuha menjadi bentuk kedekatan antara kita dengan Allah SWT.

Sholat Dhuha dapat dilaksanakan sejak terbitnya matahari hingga masuk waktu Dzuhur. Namun, akan lebih utama dilaksanakan ketika matahari mulai naik kira-kira pada pukul 08.00 WIB. Dan para ulama mengatakan bahwa semua doa akan diijabah oleh Allah ketika dipanjatkan di waktu sholat Dhuha.

Waktu sholat dhuha sangat penting untuk diketahui sebagai waktu untuk beribadah agar semakin dekat dengan Allah SWT. Salah satu bukti yang menunjukan bahwa waktu sholat Dhuha memiliki keutamaan adalah Allah secara jelas menyebut waktu sholat Dhuha dalam Al-Qur’an, dalam surah Adh-Dhuha. Kita boleh saja sibuk namun sama sekali tidak ada ruginya jika kita meluangkan sedikit waktu, 5 menit saja untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT diwaktu yang istimewa tersebut.

Allah tidak menuntut hamba-Nya untuk wajib menunaikan sholat Dhuha. Sholat Dhuha dihukumi sebagai kesunnahan bagi para hamba-Nya. Sebuah kesunnahan, apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak akan mendapatkan dosa. Namun  ketika kita bisa melaksanakannya, kenapa tidak bersegera?

Bukankah suatu saat nanti semua umat Islam berharap untuk senantiasa dekat denganNya? Waktu ibarat pedang yang apabila tidak digunakan dengan baik maka kita bisa terkena goresan tajam dari pedang yang berada di tangan kita sendiri. Maka Allah Maha Mengetahui atas apa yang sedang hamba-Nya pikirkan dan apa yang hamba-Nya lakukan.

Mari menyempurnakan ibadah kerja dengan mengharap ridho Allah dengan melaksanakan sholat Dhuha agar kita senantiasa diberikan keberkahan. Dalam sebuah hadist dikatakan “Bekerjalah seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah seolah-olah kamu akan mati esok hari.” Dan Allah telah mengatur segalanya dengan sempurna. Jadi janganlah kita menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang sia-sia. Berikut ini merupakan hikmah kandungan dari doa sholat Dhuha yang patut kita renungkan bersama.

  1. Pujian Kepada Allah

Makna dari doa yang dibaca setelah sholat Dhuha yang pertama adalah mengenai puji-pujian kepada Allah SWT. Dimana Allah adalah Dzat yang memiliki seluruh waktu. Di antaranya adalah waktu Dhuha. Waktu ketika kita mulai beraktivitas dengan duniawi, maka itu, Allah memberikan waktu untuk mengingat dan mencari keberkahannya.

Allah-lah Dzat Yang Maha Agung, Dzat Yang Maha Indah dan seluruh keindahan adalah milik Allah semata. Allah-lah Yang Maha Kuat, sehingga seluruh kekuatan adalah milik-Nya. Juga Dzat Yang Maha Kuasa dan seluruh kuasa adalah kepunyaan-Nya. Allah-lah Dzat Yang Maha Menjaga dan seluruh penjagaan adalah bagian yang mutlak milik-Nya.

2. Memudahkan Rezeki

Selain berisi puji-pujian, doa yang dibaca setelah sholat Dhuha berisi tentang permintaan akan kesejahteraan yang mengandung kemudahan dalam mencari rezeki di dunia. Baik rezeki secara harta maupun rezeki yang sudah ada pada tubuh kita sedari lahir. Kandungan ini adalah permintaan seorang hamba yang meminta agar dimudahkan urusan rezekinya, apabila jauh maka berharap agar didekatkan. Apabila sulit maka berharap agar dimudahkan, dan apabila haram maka berharap agar dibersihkan.

3. Terkabulnya Doa

Yang terakhir adalah harapan agar doa yang dipanjatkan diijabah oleh Allah dengan segala sifat kesempurnaan-Nya sebagaimana anugerah yang diberikan-Nya kepada orang-orang sholeh, para Sholihin, orang-orang yang bertaqwa.

Itulah hikmah yang terkandung dalam doa setelah sholat Dhuha, kita sebagai hamba hendaknya berdoa dengan niat yang baik tanpa berburuk sangka akan dikabulkan atau tidaknya doa tersebut. Karna Allah SWT telah berjanji akan senantiasa mengabulkan doa hamba-Nya selagi ia sabar dan terus berharap kepada Allah SWT.

Sebab terkabulnya doa kita telah ditentukan oleh Allah SWT, dan sama sekali bukan atas kehendak kita sendiri. Sebagaimana apa yang telah disampaikan oleh Ibnu ‘Athoillah As-Sakandary sebagai berikut “Janganlah membuat dirimu jadi patah harapan sebab terlambatnya pemberian dari Allah, meskipun kamu sudah berulangkali memohon (berdoa). Sebab Allah telah menjamin mengabulkan permintaanmu (doamu), sesuai dengan yang Allah pilihkan untukmu, bukan menurutmu sendiri. Juga pada waktu yang Allah kehendaki, bukan waktu yang engkau kehendaki sendiri.”

Sekian pemaparan yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan bersama-sama sembari mengharap ridho-Nya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *